ADMINISTRATOR

Administrator adalah sekretariat pengelola program TFCA-Sumatera yang bertugas melakukan penjaringan usulan kegiatan, monitoring, evaluasi serta mengawal pelaksanaan program di lapangan. Yayasan KEHATI merupakan lembaga yang ditunjuk sebagai Administrator Program.

  • M.S Sembiring

    Sekretaris Oversight Committee TFCA-Sumatera

    Pak Sembiring, begitu panggilan akrabnya, adalah juga Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI.  Sebelum bergabung dengan Yayasan KEHATI ia aktif di bursa efek Indonesia.

    SELENGKAPNYA
  • Samedi Ph.D

    Direktur Program TFCA-Sumatera

    Ia adalah pejabat karir yang masih aktif pada Kementrian Kehutanan dengan jabatan terakhir sebelum bergabung dengan TFCA-  Sumatera sebagai Kepala Sub Direktorat Kawasan Pelestarian Alam pada Ditjen PHKA. Alumni Fahutan IPB yang menyelesaikan studinya di University of Queensland, Australia ini telah melintang di dunia biologi konservasi dan merupakan seorang pecinta seni, terutama seni rupa dan  melihat alam ini sebagai kreasi seni yang sangat dahsyat… dan itu sesuai dengan mottonya: “Peliharalah bumi ini agar tetap memancarkan keindahannya”

    SELENGKAPNYA
  • Dwi Pujiyanto

    Manajer Hibah dan Administrasi Program

    Dwi  mengawali karir di Yayasan KEHATI sejak tahun 1999. Pada tahun 2008-2010 ia sempat bergabung dalam proyek Multistakeholder Forestry Program II (MFP II) yang mengurusi hibah kepada para grantee. Pria penyuka jenis olahraga badminton dan futsal ini mempunyai motto “Maju terus selagi benar”.

    SELENGKAPNYA
  • M. Jeri Imansyah

    Manajer Konservasi Bentang Alam dan Spesies

    Jeri bergabung dengan TFCA-Sumatera sejak tahun 2010. Sebelumnya ia menekuni konservasi Komodo sebagai peneliti hingga menjadi koordinator program pada Komodo Survival Program. Pemegang gelar MSc in Conservation Biology dari National University of Malaysia ini memiliki hobi berpetualang, musik, film dan membaca. Ilmu pengetahuan adalah minat utamanya, sesuai dengan motto nya “never give up, keep learning and learning and learning”.

    SELENGKAPNYA
  • Ali Sofiawan

    Manajer Komunikasi dan Informasi

    Lulusan IPB yang biasanya dipanggil Iwan ini memegang posisi bidang komunikasi di beberapa organisasi sejak di Wetlands International-Indonesia Program, Program Kehutanan Komisi Eropa (ECIFP) dan sempat bekerja di Dewan Pertimbangan Presiden di bawah Prof. Emil Salim. Iwan menyukai travelling, olahraga air, fotografi serta penikmat musik. Mottonya teman seribu kurang, musuh satu kebanyakan.

    SELENGKAPNYA
  • Muhamad Saleh

    Spesialis Penguatan Kelembagaan Mitra dan Pemantauan dan Evaluasi

    Sebelum bergabung di TFCA-Sumatera, Saleh merupakan Manager Program untuk isu-isu ekosistem hutan di Yayasan KEHATI.  Disamping menangani isu-isu kehutanan,  ia juga berminat pada isu-isu terkait pendidikan lingkungan.  Saleh juga cukup lama bergelut dengan isu konservasi di Sumatra.

    SELENGKAPNYA
  • Marisca Wulansari

    Sekretaris dan Dukungan Program

    Sarjana lulusan komunikasi dari Universitas Indonesia  ini bergabung dengan program TFCA-Sumatera  sejak Maret 2011. Walaupun dunia lingkungan dan NGO merupakan hal yang baru baginya, ia sangat semangat belajar lewat membaca yang merupakan salah satu hobinya

    SELENGKAPNYA
  • Sheilla Agustin

    Staf Keuangan dan Administrasi Program

    Sheilla bertanggung jawab dalam Program TFCA-Sumatera.   Ibu dua orang anak ini sebelumnya juga memegang bidang yang sama baik di Yayasan KEHATI maupun di LATIN. Sheilla punya minat yang besar pada travelling sambil menyalurkan hobinya yang suka berenang, snorkeling dan fotografi.

    SELENGKAPNYA
  • Rizki Ratna Ayu Paramita Sari

    Asisten Administrasi Hibah

    Rizki Ratna Ayu Paramita Sari atau Bayu panggilan akrabnya, adalah Asisten Administrasi Hibah. Setelah menyelesaikan Program Sarjana di Institut Pertanian Bogor, Studi Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Bayu memulai karirnya sebagai Surveyor Social Impact Assasment (SIA) perkebunan kelapa sawit dan menjadi volunteer di LPP Mangrove Indonesia. Kemudian pada tahun 2010 menjadi Staff WWF Indonesia- Program Riau sebagai Ecotourism Officer untuk pengembangan ekowisata di Taman Nasional Tesso Nilo. Bayu meyakini bahwa lingkungan yang sehat telah dan selalu berperan penting dalam kehidupan manusia. Sehingga, bekerja untuk lingkungan menjadi hal yang sangat dia sukai.

    SELENGKAPNYA
  • Feri Irawan

    Asisten Konservasi Bentang Alam

    Feri Irawan atau biasa disapa Feri ini adalah staf baru di TFCA-Sumatera. Ia dipercaya untuk menjabat sebagai Asisten Konservasi Bentang Alam. Pria kelahiran Kapuas Hulu, Kalimantan Barat ini memulai bergelut di dunia konservasi sejak menempuh kuliah di Fakultas Kehutanan IPB sebagai tenaga sukarelawan di Kelompok Kerja Konservasi Reptil dan Amfibi Indonesia (K3RAI). Ia pernah bergabung di organisasi Siberut Conservation Program (SCP) di Pulau Siberut, Mentawai pada tahun 2009-2011. Kemudian pada tahun 2011 menjadi staf Burung Indonesia (Birdlife Indonesia) Program Flores sebagai Biodiversity officer untuk pengelolaan bentang alam produktif dan berkelanjutan. Ia meyakini bahwa alam ini adalah amanah dari Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga menjaga dan melestarikan alam adalah tugas kita sebagai manusia. Adapun moto hidunya “Jadilah orang yang matinya akan dikenang”.

    SELENGKAPNYA
  • Afifi Rahmadetiassani

    Asisten Konservasi Spesies

    Fifi  merupakan staff  di TFCA-Sumatera yang bertugas membantu Spesialis Konservasi dalam mengelola isu spesies.  Perempuan berkelahiran Bogor ini memiliki moto “hidup seperti padi. Semakin berisi harus semakin merunduk”.

    SELENGKAPNYA
  • Yudha Arif Nugroho

    Asisten Data Base dan Sistem Informasi

    Pria kelahiran ini akrab disapa dengan panggilan Yudha. sebelumnya ia bekerja di Direktorat Bina Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sarjana Kehutanan Universitas Gadjah Mada ini menyukai buku, traveling, mendaki gunung, dan fotografi. Dia selalu berprinsip agar menjadi manfaat untuk orang lain.

    SELENGKAPNYA