Agustus 2026

Menanam Legacy dari Hutan: Dari Kopi untuk Konservasi Sumatera

Bagaimana memastikan dampak program konservasi tetap hidup ketika sebuah hibah berakhir? TFCA-Sumatera mencoba menjawabnya melalui bisnis kopi konservasi—menghubungkan petani, praktik pertanian berkelanjutan, pengolahan, hingga pasar dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Medan, 14 Agustus 2026.  Konservasi hutan tidak selalu harus berhadapan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Di banyak bentang alam Sumatera, justru terdapat peluang untuk mempertemukan keduanya.

Menanam Legacy dari Hutan: Dari Kopi untuk Konservasi Sumatera Read More »

SRAK Gajah Diluncurkan, Jalan Panjang Menyelamatkan Gajah Sumatra

Indonesia memiliki waktu sepuluh tahun untuk membalikkan tren penurunan populasi gajah Sumatera dan Kalimantan. Kuncinya bukan hanya menyelamatkan gajah, tetapi juga memastikan mereka masih memiliki ruang untuk hidup dan bergerak. Seekor gajah tidak mengenal batas kawasan konservasi. Ia berjalan mencari makanan dan air, berpindah mengikuti kelompoknya, atau mencari tempat yang aman untuk berkembang biak. Jalurnya

SRAK Gajah Diluncurkan, Jalan Panjang Menyelamatkan Gajah Sumatra Read More »

Traceability: Jejak Secangkir Kopi yang Menjaga Hutan Sumatra

Jakarta — Secangkir kopi Indonesia kini tidak lagi cukup dinilai dari aroma, cita rasa, atau daerah asalnya. Di pasar internasional, terutama menjelang penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR), setiap biji kopi dituntut memiliki jejak asal-usul yang jelas, mulai dari lokasi kebun, proses pengolahan, hingga bukti bahwa produk tersebut tidak berasal dari kawasan hasil deforestasi. Perubahan

Traceability: Jejak Secangkir Kopi yang Menjaga Hutan Sumatra Read More »

Scroll to Top