Cerita Upaya Penyelamatan Harimau Sumatera di Barumun – Mongabay

Kandang semi alami di BNWS, rumah sementara empat harimau Sumatera, Gadis, Monang dan dua anaknya. Bentang alam SM Barumun tampak dari kejauhan. Foto: Ayat S Karokaro/Mongabay Indonesia

Kandang semi alami di BNWS, rumah sementara empat harimau Sumatera, Gadis, Monang dan dua anaknya. Bentang alam SM Barumun tampak dari kejauhan. Foto: Ayat S Karokaro/Mongabay Indonesia

Namanya Gadis. Ia adalah harimau betina yang terkena jerat di sekitar kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), Mandailing Natal, Sumatera Utara. Satu kaki Gadis, terkena seling baja pemburu hingga terpaksa diamputasi. Kini, Gadis hidup di Barumun Nagari Wildlife Sanctuary (BNWS) di Tapanuli Selatan. Kawasan ini berada di dekat Suaka Margasatwa Barumun.

Ia hidup bersama Monang. Harimau jantan yang berhasil diselamatkan dari jerat pemburu di hutan Desa Parmonangan, Simalungun, Sumut. Luka di kaki Monang, bisa sembuh, hingga tak amputasi seperti Gadis. Monang terkena jerat dua kali, beruntung bisa selamat. Kini, mereka berdua hidup di kandang habituasi..

Setelah sepasang satwa terancam punah ini bertemu di BNWS, Gadis pun melahirkan dua anak sehat dan lincah.

Awal Maret lalu, saya (wartawan Mongabay) mengunjungi BNWS. Saya ikut rombongan Indra Exsploitasia, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Direktorat Jendral Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistemnya (KSDAE), KLHK, Direktur Tropical Forest Conservation Action – Sumatera (TFCA – Sumatera), Samedi, dan Direktur Eksekutif Eksekutif Kehati , Riki Frindos. Kami ingin melihat perkembangan empat harimau Sumatera, di sana.

Simak kisahnya di sini