...

22 Oktober 2020

Expanding Market for Local Products through Digital Platform

Stand Desa Labuhan Ratu 6 pada pameran virtual produk-produk desa penyangga TN Way Kambas. Sebagian produk masyarakat desa telah dipasarkan lewat situs enamart (Foto Nano Sudarno)

Sebuah inovasi baru untuk pemasaran produk masyarakat lokal telah lahir di bumi Lampung. Masyarakat yang tinggal di desa penyangga Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur memanfaatkan platform berjualan berbasis digital untuk memasarkan produk dan jasa masyarakat yang tinggal di sekitar hutan.

Peluncuran uji coba pemanfaatan media ini dimulai sejak tanggal 23 Desember 2020 berbarengan dengan penyelenggaraan pameran virtual produk-produk desa penyangga TN Way Kambas yang diselenggarakan oleh TN Way Kambas bersama para mitranya.

Situs yang diberi nama enamart dikembangkan mirip dengan lapak jual beli online yang umum dikenal masyarakat seperti tokopedia, Lazada, Buka Lapak dan sejenisnya. Di dalam situs ini pengakses bisa memilih barang yang ditawarkan, interaksi dengan penjual, melakukan konfirmasi pemesanan hingga memilih beragam cara pembayaran dan perusahaan jasa pengiriman barang.

Hampir semua jenis usaha lokal bisa masuk dalam platform ini, seperti produk aneka olahan makanan lokal, kerajinan, kebutuhan pertanian seperti pupuk, kompos, bibit hingga jasa ekowisata yang tengah dikembangkan oleh masyarakat.

Ungkapan syukur datang dari Prayitno, Kepala Desa Labuhan Ratu 6 yang sangat terbantu dengan terobosan baru yang mendukung kegiatan ekonomi warganya. “Kami sangat gembira dengan adanya enammart dengan harapan semoga bisa mendukung dan mengangkat produk-produk Desa Labuhan Ratu VI kepasar yang lebih luas”, katanya. Selanjutnya ia meminta masing-masing kepala dusun untuk menginventarisasi produk-produk masyarakatnya lalu di koordinasikan dengan pengelola marketplace agar siap di pasarkan.

Menurut Nano Sudarno dari Yapeka, pembuatan situs jual beli daring ini merupakan salah satu alternatif untuk mengembangkan skala ekonomi masyarakat lokal ke tingkat yang lebih tinggi. “Platform ini menawarkan kesempatan kepada masyarakat desa untuk menjual produk jauh melebihi batas desanya” ujarnya. Yapeka merupakan lembaga mitra TN Way Kambas yang melakukan kegiatan pendampingan masyarakat yang mempersiapkan proyek ini.

Dengan dukungan program TFCA-Sumatera, Nano dan kawan-kawan Yapeka mengidentifikasi aktifitas ekonomi dari 6 desa yang ada di kawasan penyangga TN Way Kambas sebagai kelompok usaha yang ditawarkan. Pada tahap awal, setidaknya telah dimasukkan 24 jenis produk dari masyarakat lokal pada situs enammart.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Lampung Timur, Yudi Irawan, menyatakan menyambut baik dan bangga atas kehadiran situs enammart yang dapat membantu memasarkan produk-produk masyarakat Desa Labuhan Ratu 6 kepada konsumen yang lebih luas. Ia berharap desa-desa lainnya di Kabupaten Lampung Timur dapat memiliki Pasar Digital seperti yang dimiliki oleh Desa Labuhan Ratu 6, termasuk salah satu desa yang berada di Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur yang perlu di fasilitasi dalam pembangunan Pasar Digital nya, karena produk-produk masyarakatnya telah cukup banyak dan beragam.

Dukungan serupa juga datang dari Kepala Balai TNWK. Amri sangat menyambut baik adanya inisiatif ini dan berharap desa-desa penyangga kawasan TNWK dapat memiliki Pasar Digital seperti yang dimiliki oleh Desa Labuhan Ratu 6 dan dapat tergabung dalam payung “Way Kambas Mart”. Sehingga Way Kambas Mart dapat turut membantu mempromosikan hasil-hasil produk-produk masyarakat yang berada di penyangga kawasan TNWK.

Tahap ujicoba situs ini telah dilakukan semenjak pertengahan Desember 2020 lalu. “Saat ini kami sedang terus menambah database penjual serta memperluas sistem pembayaran maupun distribusi pengiriman barang yang diperjualbelikan” tambahnya.

(Ki-ka) Kepala Desa Labuhan Ratu 6, Ketua Kelompok Usaha Pupuk Kompos, Kapolsek Labuhan Ratu dan Ketua BUMDesa Labuhan Ratu 6 sedang meninjau produk masyarakat Desa Labuhan Ratu 6

Diakui bahwa untuk sementara waktu masih perlu banyak dilakukan penyempurnaan sistem serta menata kesiapan pengelola situs yang merupakan warga lokal dan di tunjuk oleh kepala desa dalam merespon permintaan pasar.

Saat ini sebagian produk telah mampu melayani pemesan dari wilayah Lampung hingga ke wilayah Bogor dan Jakarta. Beberapa jenis produk masih hanya melayani wilayah lokal saja karena kapasitas produksi dan pengiriman yang terbatas.

“Kami tengah melakukan pengembangan jasa ekspedisi lokal (seperti ojek on line) untuk membangun sistem distribusi barang antar dusun (dalam satu desa), dari penjual ke tangan konsumen” ujar Nano.

Ke depan diharapkan ekosistem ini dapat berjalan dengan stabil yang ditopang oleh transaksi ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan terciptanya masyarakat yang sejahtera dan mandiri ekonomi, tekanan terhadap sumberdaya alam dan upaya merambah kawasan secara ilegal dapat ditekan sekecil mungkin.

Dukungan masyarakat luas agar platform seperti ini sangat diharapkan untuk memperkuat kepercayaan diri serta kemandirian masyarakat. “Mohon doa restunya agar platform ini dapat bermanfaat untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong agar pelestarian alam, khususnya kawasan taman nasional Way Kambas dapat dijaga sendiri oleh masyarakat”, pungkas Nano. (as)

SHARE:
Berita lainnya