Pengelolaan Pertanian oleh Kelompok Perempuan

Disadari bahwa kelompok perempuan mempunyai potensi yang besar dalam menggerakkan kegiatan pertanian di pedesaan.  Namun seringkali  peranan perempuan dikesampingkan karena dianggap tidak memiliki kapasitas yang memadai.  Namun posisi kelompok perempuan yang cenderung termarjinalkan  ini diangkat oleh konsorsium Jikalahari  dengan memfasilitasi  kelompok perempuan untuk berperan dalam proses pembangunan pertanian.

Proses fasilitasi didahului oleh analisis kelompok-kelompok perempuan yang ada.   Konsolidasi dan sosialisasi dilangsungkan di dua desa sasaran, yaitu Di Desa Barbari dan Desa Teluk Binjai pada tanggal 22 dan 29 Maret 2011 dengan  peserta perangkat desa dan kelompok perempuan.

Pada 8-9 April 2011 terbentuklah Kelompok Perempuan Mutiara Binjai Dengan  kelengkapan organisasi yang mencakup tujuan, struktur, tatacara, dan mekanisme operasional kelompok. Kondisi yang sama telah berhasil juga dilaksanakan di Desa Barbari Pada 22-25 April 2011.

Selain pembentukan kelompok sebagaimana diatas, juga dilakukan training untuk peningkatan kapasitas kelompok perempuan tersebut. Pelatihannya dimulai pada 9-11 Mei 2011 tentang Managemen Organisasi. Training Gender dan Sumberdaya Alam.

Selanjutnya, selain pembentukan kelompok perempuan dan training kemampuan majemen keorganisasian dan pemahaman akan gender dan SDA, juga dilakukan pertemuan untuk mengidentifikasi wilayah, jenis tanaman yang dapat dikelola perempuan di Desa Barbari dan Desa Teluk Binjai. Kegiatan ini dilaksanakan 1 kali di Desa Barbari dan 2 kali di Desa Teluk Binjai.  Materi pembelajaran yang difasilitasi adalah sebagai berikut:

  1. Diskusi di tingkat lembaga untuk persiapan lapangan, Identifikasi jenis tanaman yang dapat dikelola, Analisis identifikasi jenis tanaman yang dapat dikelola desa Berbari (masing-masing 1 kali pertemuan),
  2. Identifikasi pengeluaran belanja rumah tangga, analisis hasil identifikasi belanja rumah tangga desa Berbari (masing-masing 1 kali pertemuan),
  3. Pelaporan identifikasi, analisis jenis tanaman yang bisa dikelola dan identifikasi, analisis pengeluaran rumah tangga desa Berbari, diskusi di timgkat lembaga untuk persiapan lapangan, identifikasi jenis tanaman yang dapat dikelola, analisis identifikasi jenis tanaman yang dapat dikelola desa Tl. Binjai (masing-masing 1 kali pertemuan),
  4. Identifikasi pengeluaran belanja rumah tangga, analisis hasil identifikasi belanja rumah tangga desa Tl. Binjai (masing-masing 1 kali pertemuan),
  5. Pelaporan identifikasi, analisis jenis tanaman yang bisa dikelola dan identifikasi, analisis pengeluaran rumah tangga desa Tl. Binjai

Secara teknis permasalahan yang dimungkinkan muncul kedepan terkait dengan ketersediaan lahan kelola, sehingga disepakati lahan yang akan digunakan di desa Barbari sementara dikelola menggunakan lahan pribadi warga yang dari awal telah disepakati antara sesama masyarakat di desa tersebut.

Keberadaan Credit Union (CU) di Teluk Binjai berdampak pada meningkatnya kesadaran masyarakat desa Teluk Binjai untuk menabung, Adanya dana yang dapat diakses oleh kelompok perempuan untuk kegiatan ekonomi, menjadikan Credit Union sebagai salah satu tempat pengelolaan keuangan bagi perempuan, Selain itu CU bisa dijadikan wadah untuk penyampaian informasi dan kegiatan- kegiatan lain yang terkait dengan pencapaian tujuan karena sudah ada kesepakatan dari anggota CU Mutiara Binjai untuk melakukan pertemuan wajib setiap bulannya untuk kegiatan CU, dan ini bisa dimanfaatkan menjadi ruang informasi tanpa harus membuat kesepakatan baru untuk pertemuan kelompok. Predikat kelompok percontohan perempuan di Kecamatan Pusako untuk Desa Berbari berdampak pada kepercayaan kelompok untuk menjawab tantangan ini.