...

22 Oktober 2020

Exploring Special Interest Tour Package in Way Kambas

Sekumpulan anak muda yang tergabung dalam Wildlife Warrior mendapat kesempatan untuk ikut berinteraksi secara langsung menjaga lingkungan dalam program magang yang difasilitasi oleh  Pundi Sumatera selaku  Fasilitator Wilayah TFCA-Sumatera wilayah tengah dan selatan Sumatera.  Program generasi muda peduli lingkungan ini diinisiasi sejak tahun 2019 ini dengan tujuan mengajak para generasi muda menimba pengalaman agar dapat melanjutkan upaya penyelamatan lingkungan sebagai sebuah estafet antar generasi yang lancar.

Salah satu lokasi yang menjadi tempat magang adalah Taman Nasional Way Kambas.  Mitra Aliansi Lestari Rimba Terpadu (Alert) yang memiliki program pengembangan wisata minat khusus di Way Kambas yang sedang bersiap untuk memfasilitasi beragam aktifitas wisata yang bernuansa alam bagi para calon wisatawan yang ingin mencicipinya.

Sesaat sebelum pembatasan pandemik,  di awal Februari 2020 Alert menyelenggarakan kegiatan ujicoba dengan mengundang wisatawan terpilih untuk menikmati beragam aktifitas petualangan yang ditawarkan.  Para peserta anggota wildlife warrior diundang untuk turut membantu kesuksesan penyelenggaraan uji coba perdana dengan menjadi volunteer agar para tamu mendapat pengalaman terbaik dan penyelenggaraan acara berjalan lancar.

Aktifitas yang dilakukan dimulai dengan rapat-rapat persiapan yang dilakukan di Rumah Konservasi, Dusun Margahayu.  Fasilitas ini memang didirikan oleh TFCA-Sumatera dengan maksud dapat dimanfaatkan seluasnya untuk kegiatan yang terkait dengan kebutuhan masyarakat dan pengembangan konservasi.  Ada banyak detil yang harus disiapkan, mulai dari pengecekan homestay untuk wisatawan, memastikan kelengkapan informasi dan konfirmasi peserta yang akan hadir, waktu kedatangan, pembagian kamar, kebersihan homestay, berita acara dan berbagai detil persiapan lainnya.

Sebanyak 13 orang peserta ujicoba berdatangan ke Way Kambas dengan  menggunakan kendaraan umum.  Masing-masing mereka dijemput oleh pemandu di pasar Tridatu, lokasi yang mudah dikenali karena masih dalam jalur jalan raya yang dilewati oleh kendaraan umum.  Jarak menuju Plang Ijo (gerbang masuk Way Kambas) adalah ±7 km dan ke arah Pusat Latihan Gajah sejauh ±11 km. Jalur ini bisa dilewati dengan mobil dan atau motor.  Para peserta diantar ke titik kumpul di Homestay Bela (Desa Labuhan Ratu IX) untuk selanjutnya diantar ke homestay lain yang telah disediakan.

Aktifitas wisata dimulai dengan mengunjungi Elephant Response Unit (ERU)  di Margahayu, yaitu  sebuah unit pendamai konflik gajah manusia yang terdiri dari beberapa ekor gajah jinak yang sudah dilatih dan juga mahout pendampingnya.  Di sini para peserta mendengarkan paparan tentang sejarah ERU dan mendapat kesempatan untuk berdiskusi dengan Tim ERU.  Para peserta juga diberi kesempatan memandikan dan memberikan makan gajah yang bernama Rendi.

Selanjutnya peserta diajak ke lokasi reforestasi Bambangan untuk menanam lebih dari 30 bibit pohon yang tersedia, diantaranya ketapang (Terminalia cattapa), medang (Cinnamomum sp), jambon (Neolamarckia cadamba), sirsak (Annona muricata), dsb.  Banyak juga ternyata yang baru pertama kali menanam pohon di areal terbuka seperti itu.  Perjalanan dilanjutkan ke Pusat Latihan Gajah  di dalam kawasan taman nasional, dimana aktifitas yang dilakukan meliputi kunjungan ke kandang gajah kecil, memberikan pakan dan melihat gajah dimandikan.

Di hari berikutnya, para peserta diajak untuk menikmati birdwatching yang dilakukan disepanjang jalur Way Kanan yang dimulai sejak pukul 06.00 pagi, dimana burung-burung sedang dalam keadaan aktif mencari makan.  Ada berbagai burung yang bisa ditemui, seperti burung pelatuk merah (Banded woodpecker), burung srigunting hitam (Black drongo), paok panca warna (Javan banded pitta), burung malkoha (Phaenicophaeus) dll.

Setelah kembali ke homestay untuk sarapan dan berkemas, peserta diajak melakukan wisata susur sungai Way Kanan sekaligus pengamatan satwa liar.  Kegiatannya dimulai dari dermaga Way Kanan hingga daerah yang disebut Kalibiru. Jika beruntung, wisatawan dapat menjumpai buaya muara (Crocodylus porosus) di sini, disamping tentunya beraneka ragam burung lain seperti Sriti (Collocalia esculenta), Cekakak sungai (Todiramphus chloris), Pelatuk sayap merah (Picus puniceus), kokoan laut (Butorides sriatus), elang ikan kepala kelabu (Ichtyophaga ichtyaetus) dan berbagai spesies lain.  Bahkan di sini juga terdapat unggas langka yaitu mentok rimba yang konon sudah berada diambang punah.

Setelah puas menyusuri sungai, menjelang sore hari para peserta tiba kembali di homestay untuk beristirahat dan  menikmati acara bebas.  Keesokan harinya para peserta diantar pulang dengan kendaraan umum ke tempat pemberhentian bus.

Program Wildlife Warrior sendiri diilhami dan berafiliasi dengan program Biodiversity Warrior yang diinisiasi oleh KEHATI.   Lokus kegiatan difokuskan pada area Sumatera dimana TFCA-Sumatera beroperasi.  Dari kegiatan ini diharapkan peserta magang yang rata-rata lulusan baru kampus kampus di seantero Sumatera dapat menjadi bibit-bibit generasi penerus kerja-kerja konservasi di Sumatra khususnya dan seluruh wilayah Indonesia umumnya. (as)

SHARE:
Berita lainnya