...

Hutan Seulawah – Ulu Masen

LUAS

Kawasan Hutan Ulu Masen  dan Seluas membentang seluas 1,393,500 hektar, terdiri dari dua kawasan konservasi, berdekatan dengan hutan lindung dan pemegang konsesi hutan non-aktif yang sekarang dibawah moratorium.



SEJARAH


TIPE EKOSISTEM

Ekosistem Ulumasen termasuk kedalam empat wilayah, yaitu Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Barat dan Pidie. Area yang berhutan meliputi 7,000 km2 meliputi sejumlah tipe habitat, termasuk hutan Montana, hutan hujan dataran rendah, hutan rawa, dan di sebelah utara terdapat hutan karst.

FLORA

Sampai saat ini survei flora di dalam Ulu Masen masih terbatas pada identifikasi jenis makanan kunci untuk gajah dan orangutan. Survei awal kawasan mengindikasikan adanya  keanekaragaman hutan yang tinggi. Keanekaragaman ini disebabkan oleh geologi daerah yang kompleks, variasi rejim iklim, dan tingginya gradien. Survei  mencatat 8,500 jenis tumbuhan berbeda, termasuk  pohon Casuarina (Casuarina Sp.), Pala Liar (Myristica Spp.), Kapur barus (Drybalancops aromatica), Rotan (Calamus sp.), dan Pandan (Pandanus sp.), dan banyak Pometia pinnata tumbuh di sepanjang sungai. Banyak juga jenis lumut dan bunga hutan yang tumbuh termasuk gentian, primula dan arbei liar, dan anggrek liar. Rafflesia arnoldi, bunga yang paling besar di dunia dan Amorphophallus titanum, bunga paling tinggi di dunia, juga dapat dijumpai disini.

FAUNA

Ekosistem Seulawah adalah rumah bagi berbagai jenis endemik dan langka, seperti Orangutan (Pongo Abelii) dan Monyet  Thomas (Presbytis thomasi). Kedua jenis primate ini sering dianggap sebagai flagship species untuk indikator kondisi hutan yang masih baik.  Kawasan Leuser-Ulumasen adalah tempat terakhir yang masih bagus kondisinya dan satu-satunya tempat di mana populasi Gajah Sumatran (Elephas maximus sumatranus), orangutan, harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) ditemukan bersama-sama. Kawasan ini juga adalah rumah bagi populasi tapir (Tapirus indicus), beruang madu (Helarctos malayanus), anjing hutan (Cuon alpinus), dan suatu komplemen yang lengkap tentang primata khas Sundaland Barat, termasuk ungko (Hylobates agilis), dan siamang (Symphalangus syndactylus).

Kekayaan biota yang luar biasa tinggi, dengan lebih dari 1,000 jenis hewan bertulang belakang, ribuan jenis tumbuhan, dan suatu jumlah yang tak dikenal tetapi sangat besar (bisa mencapai ratusan ribu) jenis hewan tak bertulang belakang menjadikan kawasan ini sempurna dan ideal untuk rekreasi, pendidikan dan penelitian dasar maupun terapan.

Jumlah jenis untuk Ulu Masen mungkin dapat diperbandingkan dengan ekosistem Leuser, dimana lebih dari 700 jenis hewan bertulang belakang telah direkam, mencakup 320 burung-burung, 176 binatang menyusui dan 194 binatang melata dan binatang ampibi. Ulumasen juga merupakan rumah bagi sekitar 4 persen dari semua jenis burung yang dikenal di seluruh dunia dan jenis burung yang kondisinya terancam antara lain Burung kuau Argus (Argusianus argus) dan Burung enggang Badak (Bucerosrhinoceros).

Wilayah ini  merupakan kantong habitat satwa liar (khususnya Gajah Sumatera, Orangutan, Badak Sumatra). Di kawasan ini pula ditemukan tingginya jumlah konflik satwa liar dan manusia. Dalam kurun waktu 2012 – 2014 tercatat 22 kasus kematian Gajah Sumatera.10 Kasus mencolok terkait kepemilikan satwa liar tidak sah (berbagai spesies dilindungi, termasuk Orang utan) ada di Aceh Selatan pada tahun 2013. Walhi/WWF mencatat selama tahun 2003- 2004 masih terdapat 600-800 ekor Gajah Sumatera, tapi jumlah ini menurun menjadi kurang lebih 400 ekor saja di tahun 2014.

ANCAMAN

Hutan Pusaka Seulawah telah lama mengalami permasalahan terkait dengan perambahan, pembalakan liar, perburuan liar, pemukiman transmigrasi,  dan konversi lahan untuk kepentingan pertanian dan  dan pengembangan wilayah. Hutan Aceh  kaya akan pohon kayu keras tropis seperti semaram, merbau, kruing, dan meranti, yang sangat mahal baik untuk pasar dalam negeri maupun pasar internasional. Secara bisnis tentu saja hal ini sangat menguntungkan. Konversi area berhutan untuk pengembangan wilayah seperti jalan dan infrastruktur lain, dan tanaman perkebunan adalah faktor yang utama mendorong penebangan hutan dan mengakibatkan fragmentasi.  Jelas bahwa kerusakan habitat dan fragmentasi adalah ancaman yang utama bagi keanekaragaman hayati, terutama sekali bagi mega-fauna yang memerlukan area yang luas.

...

Annual Report 2019

Download

Konsorsium Lembaga Suar Galang Keadilan

Perlindungan Keanekaragaman Hayati di Provinsi Aceh dalam kerangka Penegakan Hukum

Durasi & Bentang Alam

1 Oktober 2019 – 31 Maret 2022

Hutan Seulawah - Ulu Masen,

Komitmen

Rp.3.900.152.000

Leuser Conservation Partnership (Fase 2)

Fasilitator Wilayah Sumatera bagian Utara

Perumahan Johor Indah Permai – I Blok R No.3

Jln. Karya Wisata, Medan Johor 20144

Durasi & Bentang Alam

1 Desember 2018 – 30 November 2021

Batang Toru, DAS Toba Barat, Ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser, Hutan Dataran Rendah Angkola, Hutan Seulawah - Ulu Masen, Taman Nasional Batang Gadis,

Komitmen

Rp. 3.656.296.800

Conservation Response Unit (CRU) Aceh

Pelestarian Gajah Sumatera melalui Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Perlindungan Gajah di Kabupaten Aceh Jaya

Anggota Konsorsium:

  1. Universitas Syiah Kuala
  2. Institut Pertanian Bogor

 

Durasi & Bentang Alam

1 Juni 2017 – 31 Mei 2020

Hutan Seulawah - Ulu Masen,

Komitmen

Rp. 3.747.485.040

Leuser Conservation Partnership (Fase 1)

Fasilitator Wilayah Sumatera bagian Utara

 

Perumahan Johor Indah Permai – I Blok R No.3

Jln. Karya Wisata, Medan Johor 20144

Durasi & Bentang Alam

Oktober 2015 – September 2018

Taman Nasional Batang Gadis, Batang Toru, DAS Toba Barat, Ekosistem Leuser dan Taman Nasional Gunung Leuser, Hutan Dataran Rendah Angkola, Hutan Seulawah - Ulu Masen,

Komitmen

Rp. 3,075,140,000

Konsorsium Suar Galang Keadilan

Penguatan Kapasitas Penegak Hukum Dalam Penanganan Kasus Kejahatan Terhadap Satwa Liar yang Dilindungi di Aceh Penguatan Kapasitas Penegak Hukum Dalam Penanganan Kasus Kejahatan Terhadap Satwa Liar yang Dilindungi di Aceh

Anggota konsorsium:
1. Lembaga Suar Galang Keadilan
2. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Aceh

Jl. Tgk. Tanoh Abee II no. 29, Kota Baru Lampineung, Banda Aceh 23216, Propinsi Aceh
e-mail: admin@suargalangkeadilan.org

Durasi & Bentang Alam

Oktober 2016 – April 2017

Hutan Seulawah - Ulu Masen,

Komitmen

Rp. 1,000,000,000

Konsorsium Jantho Lestari

Kegiatan Konservasi Hutan Tropis di Cagar Alam Jantho Kabupaten Aceh Besar, Pidie dan sekitarnya untuk Perbaikan Fungsi Kawasan Konservasi, Keanekaragaman Hayati dan Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat Sekitar Hutan

Anggota Konsorsium:

1.   Yayasan Pemerhati Alam Dunia Hijau Indonesia (PADHI)
2.  WWF-Indonesia

Jl. Muhammad Hasan no. 20A Dusun Mesjid, Desa Lueng, Kecamatan Lueng Bata,  Kota Banda Aceh 23247  Propinsi Aceh
Tel: 0651-740 1484
Email: taufiq.padhi@gmail.com
Blogspot: padhiaceh.blogspot.com

Durasi & Bentang Alam

Juni 2014 – Mei 2017

Hutan Seulawah - Ulu Masen,

Komitmen

Rp. 4,620,828,000